Tips Memilih Hosting: Pilih Murah atau Cepat?

Pilih hosting yang murah atau yang cepat? Tidak ada jawaban yang baku untuk menjawab pertanyaan ini. Semua tergantung pada kebutuhan website kita sendiri.

Jenis Website Mempengaruhi Keperluan Anggaran

Kalau website kita lebih banyak bersifat statis seperti company profile dan portofolio, tidak perlu memilih hosting yang mahal dengan spesifikasi yang tinggi. Biaya yang kita keluarkan tidak akan setimpal dengan keperluan dan tujuan kita membuat website.

Kalau website kita bersifat dinamis dan interaktif serta memiliki traffic yang cukup besar, memilih hosting yang cepat sepertinya adalah pilihan terbaik.

Website yang dinamis memerlukan kapasitas yang cukup besar karena jumlah data dan file yang terus bertambah. Sedangkan website interaktif memerlukan kapasitas Bandwidth, RAM, I/O, IOPS, Entry Process, yang tinggi.

Bila dikelompokkan secara sederhana, pembagiannya adalah seperti ini:

  • Website Statis (Company Profile dan Portofolio)
    1. Harga Hosting: Sangat bisa murah
    2. Spesifikasi yang diperlukan: Standar
  • Website Dinamis dan Interaktif (E-Commerce, Blog, Situs Berita, dsb)
    1. Harga Hosting: Umumnya tinggi
    2. Spesifikasi yang diperlukan: Kapasitas penyimpanan, Bandwidth, RAM, I/O, dan IOPS yang tinggi.

Ingat, cepat tidak selalu mahal. Performa setiap hosting sangat tergantung dari kebijakan masing-masing penyedia hosting dalam meramu produk, dan terutama, racikan sang admin server. Penjelasan lebih lanjut tentang ini bisa ditemukan di bawah.

Pengetahuan Dasar Tentang Hosting yang Harus Kita Kuasai

Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya kita memahami penjelasan istilah dan spesifikasi hosting ini terlebih dahulu:

  1. Jenis Hosting
    • Shared Hosting
      Ini adalah layanan hosting yang paling basic sekaligus paling populer karena harganya paling terjangkau. Seperti namanya, dalam shared-hosting,
      penyedia hosting membagi-bagi resource dari 1 server dan mengalokasikannya ke banyak klien, sehingga kita akan berbagi resource dalam 1 server dengan banyak pengguna lain. Karena sifatnya berbagi, layanan shared-hosting adalah layanan hosting yang paling murah.
    • Dedicated Hosting
      Ini adalah kebalikan dari shared-hosting. Dalam dedicated hosting, kita tidak akan berbagi resource dengan banyak pengguna lain. Baik CPU Core, RAM, dan spesifikasi lain yang tertera, semuanya dedicated untuk 1 akun hosting.
    • VPS Hosting
      VPS adalah kependekan dari Virtual Private Server. Dalam VPS, kita akan diberi akses ke virtual server. Sehingga kita seakan-akan memiliki server khusus sendiri. Semua resource, baik CPU Core, Ram, dan space, adalah untuk kita sendiri.
      Layanan VPS terbagi jadi 2, Managed VPS dan Unmanaged VPS. Dalam Managed VPS, semua konfigurasi dan bahkan maintenance dilakukan oleh pihak penyedia hosting, seperti layaknya shared dan dedicated hosting. Sedangkan untuk Unmanaged VPS, berarti kita mengkonfigurasi sendiri mulai dari sistem operasi, security software, dan semua kebutuhan lainnya.
    • Cloud Hosting
      Teknologi Cloud Hosting adalah pembaharuan dari teknologi web hosting konvesional. Cloud Hosting adalah hosting virtual yang menggunakan banyak server yang saling terhubung dan bekerja layaknya 1 server yang utuh. Keunggulan dari teknologi ini adalah performa yang lebih terjaga.

      Dengan banyaknya server yang digunakan, uptime dan downtime lebih bisa dikelola karena masing-masing server akan saling berbagi beban kerja. Ketika ada salah satu server yang bermasalah, server yang lain dapat mengambil alih tugas. Ini yang membuat uptime dari cloud hosting umumnya lebih tinggi dari hosting konvensional.
  2. Jenis Media Penyimpanan (Storage)
    • HDD
      Media penyimpanan tradisional, menggunakan piringan untuk menyimpan data.  
    • SSD
      SSD adalah media penyimpanan yang populer saat ini. SSD menyimpan data dalam chip, dan memiliki kecepatan baca dan tulis jauh lebih cepat dari HDD. Mayoritas penyedia hosting saat ini sudah menggunakan SSD untuk media penyimpanan hostingnya. 
  3. Kapasitas Penyimpanan
    • Unlimited
      Sejak 1 tahun terakhir ini, banyak penyedia hosting (terutama yang terhitung masih baru) menawarkan unlimited storage untuk paket hostingnya. Kompensasinya, limitasinya dipindahkan ke spesifikasi lain. Salah satunya adalah inodes.
    • Limited
      Umumnya, penyedia hosting yang reliable tetap memberikan limitasi kapasitas dalam setiap paket hostingnya. Mereka memilih untuk tidak membatasi spek-sepek wajib di balik layar untuk menjaga performa hostingnya, dan tetap memberikan limitasi bertingkat untuk kapasitas hostingnya. 
  4. Jenis Web Server
  5. Jenis Database
    Datebase server yang umumnya digunakan adalah MySQL dan MariaDB.
    Baik MySQL dan MariaDB, keduanya sama-sama merupakan sistem manajemen basis data berbasis relasi (Relational Database Management System – RDBMS ) dan menggunakan tabel, batasan (constraints), pemicu (triggers), peran (roles), prosedur tersimpan (stored procedures), dan tampilan (views) sebagai komponen inti yang digunakan.
    Masing-masing tabel terdiri dari kumpulan baris, dan setiap baris berisi kumpulan kolom yang sama, serta menggunakan primary keys untuk mengidentifikasi setiap baris data dalam sebuah tabel, dan foreign keys untuk memastikan integritas referensial antara dua tabel yang terkait.
    MariaDB sebenarnya adalah ‘turunan’ dari MySQL, sehingga struktur basis data dan indeks yang digunakan di MariaDB sama dengan yang digunakan oleh MySQL. Ini membuat kita tidak perlu khawatir, hosting yang kita pilih mendukung keduanya atau hanya salah satu, karena sistem dan struktur data yang sama.
    • MySQL
      Dibangun oleh
      Michael Monty. Awalnya hanya untuk pemakaian pribadi, hingga akhirnya berkembang menjadi software opensouce yang sangat populer. Dalam perkembangannya, MySQL diakuisisi oleh Sun Microsystems pada tahun 2008, dan kemudian menjadi milik Oracle sejak Oracle mengakuisisi Sun Microsystems pada tahun 2009.
    • MariaDB
      Juga dibangun oleh Michael Monty, di tahun yang sama dengan saat Oracle mengakuisisi Sun Microsystems. Banyak penambahan fitur dan peningkatan performa yang dilakukan oleh Michael Monty pada MariaDB. Dari hasil banyak benchmark, MariaDB terbukti memiliki kinerja yang lebih hemat resource namun dengan kecepatan yang lebih unggul dari MySQL.
  6. PHP Support
    PHP adalah bahasa pemrograman yang diproses oleh server (server-side) dan didesain untuk pembuatan website (atau aplikasi apapun yang berbasis web). Tidak semua website dibuat menggunakan PHP. Menggunakan murni HTML pun bisa. Namun, bila website kita menggunakan wordpress, PHP support menjadi hal yang wajib.
    Versi PHP terbaru adalah PHP 7, atau lebih tepatnya, PHP 7.4. Semakin baru versinya, kinerja dan performanya semakin baik. Mayoritas penyedia hosting di Indonesia saat ini, hingga tulisan ini ditulis, baru support hingga versi PHP 7.3, karena memang PHP 7.4 baru saja dirilis pertengahan Desember kemarin (2019).
  7. CPU Core
    Seberapa banyak processor yang tersedia dan dialokasikan dalam suatu paket hosting. Processor berfungsi untuk mengatur semua instruksi dari software ke dalam server. Ia bertugas untuk mengatur jalannya semua program dan aktifitas di dalam server.
    Semakin besar angka CPU Core, di atas kertas akan membuat performa hosting semakin baik.
  8. RAM
    RAM adalah singkatan dari Random Access Memory. Sebelum menyampaikan instruksinya kepada software, CPU/processor akan terlebih dulu menyimpan data ke dalam RAM. RAM bertanggung jawab untuk menyimpan dan menyediakan, untuk sementara, semua data yang diperlukan untuk menjalankan program atau aplikasi.
    Sama seperti CPU Core, semakin besar angka RAM yang disediakan, di atas kertas akan membuat performa hosting semakin baik.
  9. Bandwidth
    Kapasitas (kecepatan dan jumlah) konsumsi/transfer data antara server hosting > situs web > pc/laptop/hp yang terhubung (mengaksesnya) dalam waktu tertentu, dan dihitung dalam satuan waktu (bytes per second / bps). Semakin besar bandwidth berarti semakin banyak pengunjung yang dapat mengakses website kita. Umumnya, penyedia hosting memberikan limitasi untuk ini (biasanya dihitung per bulan). Sebagian tidak (unlimited).
  10. Jumlah Add-on Domain:
    Jumlah domain tambahan yang bisa kita tambahkan dalam 1 paket hosting. Di masa sekarang, banyak penyedia hosting yang tidak memberikan batasan untuk ini (unlimited). Sebenarnya, limitasi add-on domain ini juga berguna untuk menjaga performa hosting secara keseluruhan, khususnya tipe shared-hosting.
  11. I/O (Input/Output) Usage:
    I/O adalah kecepatan read and write dari hosting kita. Penyedia hosting biasanya memberikan limitasi untuk pemakaian I/O ini. Umumnya mulai dari 1MB/s hingga 5MB/s. Semakin tinggi semakin baik.
  12. IOPS (I/O Per Second):
    Seberapa banyak I/O yang dapat diproses hosting kita setiap detiknya. Angka standar untuk ini adalah 1.024, 2.048, dan seterusnya.
  13. Entry Process:
    Seberapa banyak PHP Script yang berjalan pada satu waktu. Lagi, biasanya penyedia hosting menerapkan limitasi untuk ini. Limitasi ini sebenarnya adalah hal yang positif, karena alasan performa dan keamanan, terutama untuk shared-hosting.
    Standar limitasi Entry Process ini adalah 20, 30, 50, dan seterusnya. Di Panel Kontrol akan terlihat angka 0/20, 0/30, 0/50, dan seterusnya. Angka limitasi yang umum ditemui adalah 20.
    Batas Entry Process sebesar 20, bukan berarti hanya 20 orang saja yang bisa membuka website kita secara bersamaan dalam waktu yang sama. Entry Process hanya membutuhkan waktu sepersekian detik untuk menyelesaikan tugasnya kok. Yang perlu dipikirkan juga, seberapa besar prosentase kemungkinan website kita dibuka oleh 20 orang secara bersamaan dalam waktu yang benar-benar sama? Kemungkinannya sangat kecil.
  14. Jaminan Uptime:
    Jaminan Uptime adalah SLA (Service Level Agreement) untuk waktu aktif/online hosting kita dari penyedia hosting. Biasanya tersebut angka Jaminan / Garansi Uptime 99.9%. Ini berarti, pihak penyedia hosting kita memberikan jaminan maksimal downtime adalah 1 menit 26 detik per hari, 10 menit 4 detik per minggu, 43 menit 49 detik per bulan, dan 8 jam 45 menit per tahun. Bila sampai terjadi di bawah batasan jaminan uptime itu, penyedia hosting yang baik akan memberikan kompensasi.
    *Untuk melihat kalkulasi uptime bisa dilihat di sini.
  15. Batasan Inodes
    Inode adalah struktur data yang digunakan untuk menyimpan data meta file. Nomor inode dalam panel kontrol mewakili jumlah file dan folder secara kolektif yang ada dalam akun hosting kita (misal dalam akun hosting kita ada 2 folder yang masing-masing berisi 4 file, berarti jumlah inodes-nya adalah 10). Batasan jumlah inodes biasanya diterapkan pada paket hosting dengan kapasitas unlimited.
    Jika website kita menggunakan wordpress, walaupun sebenarnya jumlah inodes dapat dikelola, kita wajib concern tentang ini.
  16. Security dan Proteksi
  17. Panel Kontrol
  18. Fasilitas Tambahan: SSL, Installer Script, dsb.

Teliti sebelum membeli. Pastikan tidak ada hidden cost atau bahkan hidden specs.

Penyedia hosting yang baik adalah penyedia hosting yang transparan dalam menginformasikan spesifikasi masing-masing produk hostingnya. Bila ada dari daftar di atas yang tidak dapat kita temukan di website penyedia hosting yang kita incar, tanyakan langsung ke Customer Support-nya untuk mendapatkan informasi yang jelas.

Yang Perlu Kita Pastikan Di Awal

Hal dasar yang perlu kita pastikan terlebih dahulu saat hendak memilih hosting untuk website Anda:

  1. Kredibilitas dan Badan Usaha:
    Pilih penyedia hosting dengan latar belakang yang jelas dan rekam jejak yang positif. Penyedia hosting yang memiliki badan hukum resmi untuk usahanya adalah jaminan awal untuk keamanan website kita.
  2. Harga Registrasi dan Harga Renewal
  3. Jaminan Uptime:
    Cari penyedia hosting yang menuliskan jumlah 1 digit tambahan di belakang angka 99.9 dan memberikan jaminan uptime di atas 99,95%, karena itu berarti mereka memiliki komitmen positif untuk menjaga performa hostingnya dan peduli terhadap pelanggannya.
    Catatan: Tidak perlu terlalu terbawa emosi bila menjumpai hosting yang kita gunakan sedang down. Semua sistem, seperti layaknya manusia, tidak akan selalu bisa siaga 100% dalam performa terbaiknya setiap waktu. Memahami dan memaklumi ini adalah pilhan yang bijaksana.
  4. Lokasi Server
  5. Customer Support

Rekomendasi Memilih Hosting versi ThinkDigital

  1. Harga:
    Jangan tergiur dengan harga murah, walaupun itu hanya berupa promo yang bersifat sementara. Terutama untuk website-website yang memang kita kelola dengan serius. Hosting yang murah akan mengundang banyak massa yang beragam, sedangkan kita tidak bisa mengetahui standar pengamanan masing-masing akun dalam paket hosting tersebut. Terutama untuk shared-hosting.
  2. Kapasitas Penyimpanan:
    Jangan tergiur dengan kapasitas hosting unlimited. Semua tentu harus ada limitasinya.
    Kapastitas Hosting Unlimited biasanya mempunyai limitasi-limitasi lain yang seringnya tidak ditampilkan secara transparan. Limitasi yang umum biasanya berupa batasan jumlah inodes. Sayangnya, selain inodes, limitasi-limitasi yang lain seringnya tidak ditampilkan. Lebih baik memilih hosting dengan kapasitas terbatas tapi tidak ada limitasi untuk sepesifikasi lainnya. Dan yang terpenting, semua spesifikasi tertera dengan jelas di website penyedia hosting.
  3. Jenis Media Penyimpanan, Web Server, PHP Support, dan Database:
    Standar storage untuk hosting saat ini adalah SSD, dengan LiteSpeed Web Server, PHP Support hingga versi PHP 7 terakhir, dan sebisa mungkin, menggunakan MariaDB untuk database.
  4. CPU Core, RAM, I/O, IOPS, Bandwidth:
  5. Fasilitas Tambahan:

Cara Terbaik Untuk Menjatuhkan Pilihan

Yang perlu dipahami, spesifikasi tinggi tidak menjamin kecepatan dan performa hosting. Terutama untuk tipe shared-hosting. CPU Core yang tinggi, RAM dan Bandwidth yang besar atau bahkan unlimited, serta semua sepesifikasi lainnya itu tidak memberikan jaminan pada performa hosting.

Mengapa? Karena kita tidak bisa mengetahui detail alokasi spesifikasi tersebut untuk masing-masing akun hosting. Ini merupakan ‘rahasia dapur’ dari masing-masing penyedia hosting.

Ilustrasinya begini: Untuk shared-hosting, RAM sebesar 4GB yang digunakan oleh 100 orang, dengan RAM sebesar 1GB yang hanya digunakan oleh 10 orang, tentu yang terakhir akan memiliki performa yang jauh lebih baik.

Karena racikan admin server memiliki pengaruh yang sangat besar dalam menentukan performa hosting, cara terbaik untuk mengetahui bagus atau tidaknya (serta cepat atau tidaknya) dari suatu hosting adalah dengan mencoba sendiri.

Mayoritas penyedia hosting memberi kesempatan untuk trial selama 1 bulan, atau minimal, mereka memiliki opsi pembayaran bulanan. Manfaatkan itu.

..still on progress..

Cara Paling Aman Membeli Domain

Saat ini banyak registrar baru yang nyaris semuanya menawarkan harga murah dengan label ‘promo’. Don’t get lured. Periksa dulu reputasi dan kredibilitasnya.

Jangan Tergiur Harga Murah

Jangan pernah tergiur harga murah saat membeli domain. Resikonya bisa besar sekali.

Ilustrasinya begini: Bila pihak penyedia hosting mendadak hilang, kita masih bisa meminimalisir resiko dan menyelamatkan data dengan disiplin backup secara rutin, dan melakukan restore menggunakan data backup terakhir yang kita miliki. Namun, bila situasi yang sama terjadi di pihak tempat kita membeli domain, nyaris tidak ada satupun hal yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan domain yang kita miliki..

Tanpa harga promo, bila memang serius, harga normal dari tiap ekstensi domain yang populer sebenarnya cukup terjangkau kok. Jadi tidak perlu tergiur dengan harga murah dari program-program promo yang ada.

Aman Membeli Domain

Teliti sebelum membeli. Ada beberapa tips sederhana untuk memastikan bahwa kita membeli domain di tempat yang aman:

  1. Periksa status badan usahanya. Bila registrar sudah berbadan hukum yang sah, ini sudah memberikan banyak poin positif untuk bisa mulai mempercayai registrar tersebut.
  2. Cari tau rekam jejaknya. Poin positif yang dimiliki oleh registrar berbadan hukum tidak selalu berbanding lurus dengan kredibilitasnya. Pastikan tidak ada rekam jejak negatif dari registrar tersebut.
    Untuk registrar lokal, rekomendasi registrar domain yang memiliki rekam jejak yang jelas sebagian diantaranya adalah:
    • IDwebhost
    • Rumahweb
    • Natanetwork
    • IDcloudhost
    • HostinganID
    • Domainesia
    • Qwords
    • Rackh
    • Merekmu
    All are worry free.

Menjadi Reseller Domain

Khusus bagi yang memang serius, memiliki rencana jangka panjang untuk website yang dimiliki, dan (mungkin) memliki lebih dari 1 website, ada 1 tips tambahan yang sebenarnya paling aman untuk membeli domain: Mendaftar sebagai reseller domain.

Mungkin banyak yang belum tau, untuk mendaftar sebagai reseller domain tidak harus memiliki badan usaha. Semua individu bisa mendaftar secara personal. Persyaratan dan proses penyetujuannya pun cukup mudah dan cepat.

Kelebihan utama dengan mendaftar sebagai reseller domain adalah kita jadi memiliki akses dan kuasa penuh untuk semua domain yang kita miliki.

Reseller Camp dari IDwebhost dan Digital Registra dari Rumahweb adalah 2 pemain besar yang bahkan adalah 2 verified registrar pertama PANDI. IDwebhost sendiri adalah registrar pertama di Indonesia yang terakreditasi ICANN.

Jangan khawatir dengan harga. Tier terendah dari masing-masing registrar di atas sangat terjangkau. Rp. 1.000.000,- untuk Reseller Camp, dan Rp. 2.000.000,- untuk Digital Registra.

Penjelasan detail tentang menjadi Reseller Domain di Reseller Camp dan Digital Registra akan kami ulas khusus di artikel yang terpisah.

..still on progress..